Masih lagi HambaNya Allah,
Alhamdulillah diberi peluang menyedut udara dengan IzinNya
Nabi Ayyub bersama Isterinya Rahmah.
Dia merasa gentar karena khuatir terputus dari Tuhan, seolah-Olay Nabi Ayyub mengatakan: "Wahai Tuhan, aku bersabar atas setiap cobaan dariMu selagi hatiku sibuk untuk mencinta Engkau dan lidahku sibuk pula maka benar-benar akan terputuslah aku dariMu, sedang aku tentu takkan tahan terputus dariMu.Dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua yang Penyayang."
Kemudian Allah Taala mewahyukan kepada Nabi Ayyub: "Hai Ayyub, lidah adalah kepunyaanKu, dan Hati adalah kepunyaanKu , sedang sakit adalah (juga) dariKu.Kenapa gentar?" Sementara ada pula orang mengatakan, Allah Taala telah mewahyukan kepadanya,bahawa ada tujuh Nabi yang meminta ini dariKu, sedang Aku telah memilihnya untukmu, sebagai penambah kemuliaanmu.Maka ini adalah suatu penyakit gambarnya saja, tetapi suatu kedekatan pada hakikatnya.
Nabi Ayyub tentu saja merasa gentar bila Hati Dan lidahnya ikut termakan pula, karena dia sibuk memikirkan Dan mengingat Allah Taala.Maka kalau sampai termakan, maka takkan lagi dapat sibuk memikirkan mahupun mengingati Allah Taala.Allah pun lalu menjatuhkan kedua ulat itu dari badan Nabi Ayyub.Seekor di antaranya jatuh ke dalam air lalu menjadi seekor lintah yang bisa dijadikan ubat untuk beberapa penyakit, dan yang lain jatuh di darat lalu menjadi seekor lebah yang boleh mengeluarkan madu yang mengandungi ubat bagi umat manusia.
Datanglah kemudian Jibril, 'Alaihis-Salaam, membawa dua buah delima dari Syurga.Kata Nabi Ayyub AS.: "Hai Jibril, apakah TuhanKu menyebutku?"
"Ya," jawab Jibril, "Dia mengucapkan selamat kepadamu Dan menyuruhmu memakan kedua buah ini, sehingga engkau akan sembuh sampai daging dan tulangmu." Maka setelah Nabi Ayyub memakan kedua buah itu, ucap Jibril AS kepadanya: "Berdirilah engkau dengan izin Allah."
Nabi Ayyub berdiri.Lalu kata Jibril lagi: "Jejakkanlah kakimu." Nabi Ayyub menjejakkan kaki kanannya, maka keluarlah air yang mengalir, lalu dia pun mandilah dengan air itu.Kemudian dijejakkan lagi kaki kirinya, maka memancarlah air yang sejuk, lalu Nabi Ayyub meminumnya, sehingga lenyaplah, sudah darinya tiap-tiap rasa sakit ZAHIR mahupun BATINnya.Dan ternga ta badannya kini lebih tampan dari pada semula, dan wajahnya lebih cemerlang daripada rembulan, sebagaimana firman Allah Taala:
"Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu,lalu Kami lenyapkan yang ada padanya Dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dari sisi Kami Dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah."
Dari itu dapatlah diketahui, bahawa jalan menuju Allah Taala adalah lebih dekat kepada ketahanan ketika mendapat Ujian daripada kepada ketahanan ketika mendapat anugerah atau pemberian.
Ada orang meriwayatkan, bahawa Asy-Syibli, Rahimahullah, pernah dikuarantinkan dalam sebuah rumah sakit.Maka ada beberapa orang yang masuk akan menjenguknya.Mereka sambil mengatakan: "Kami adalah orang-orang yang mencintai tuan, Dan kami datang akan menjengukmu." Asy-Syibli lalu melemparkan mereka batu-batu sehingga mereka pun lari.Kata Asy-Syibli: "Kalau benar kalian adalah orang-orang yang mencintai aku, tentu kalian akan bersabar terhadap penyakit ku."
Sabda Nabi, ' Alaihis Sholaatu was Salaam:
" Bersabar sesaat atas sesuatu kemalangan adalah lebih baik daripada suatu Ibadat selama satu tahun."
Selesai sudah Kisah Kesabaran Nabi Ayyub, 'Alaihis-Salaam
HambaNya,
Amiera Mohd Dan

No comments:
Post a Comment