Guten Nacht alle,
Kisah Nabi Ayyub bersama Isterinya Rahmah
Maka syaitan-syaitan itu pun cepat-cepat menyebar, lalu mereka bakar dan hancurkan tiap-tiap harta Nabi Ayyub, Alaihis-Sholaatu was Salaam.Kemudian berangkatlah Iblis menemui Nabi Ayyub.Ketika itu Nabi Ayyub sedang Solat di Masjid.Tegur Iblis: "Apakah kamu akan tetap menyembah Tuhanmu dalam keadaanmu yang bahaya ini, padahal Dia benar-benar telah mengirimkan api dari langit membakar seluruh harta bendamu sehingga menjadi abu?"
Nabi Ayyub tidak menjawab teguran Iblis sehingga ia selasaikan Solatnya, kemudian katanya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi daku kemudian mengambil dariku." Selanjutnya Nabi Ayyub pun berdiri lagi dan meneruskan Solatnya.Pergilah Iblis tanpa hasil, hina dan menyesali perbuatannya.
Nabi Ayyub Alaihis Sholaatu was Salaam, mempunyai empat belas orang anak, 8 laki-laki dan 6 perempuan.Tiap hari mereka makan di rumah seorang mereka.Pada hari itu mereka sedang berada di rumah mereka yang tertua, ketika syaitan-syaitan lalu berkumpul dan mengepung rumah itu, lalu mereka robohkan sehingga menindis anak-anak Nabi Ayyub AS.Matilah semua anak-anak Nabi Ayyub jadi satu, di antara mereka ada yang pada mulutnya masih terdapat segenggam makanan, ada pula yang tangannya masih memegang gelas.Sedang Iblis lalu pergi lagi ke tempat Nabi Ayyub, sementara ia sedang Solatnya.Maka tegur Iblis: "Tetapkan kamu sembah Tuhanmu, sedang Dia benar-benar telah merobohkan rumah menindis anak-anakmu sampai mati seluruhnya?"
Iblis pun pergilah tanpa membawa hasil, merasa rugi dan sangat marah.
Kemudian datang lagi, ketika Nabi Ayyub, 'Alaihis Sholaatu was Salaam, sedang Solat.Ketika sujud, Iblis menghembus pada hidung dan mulut Nabi Ayyub.Badan Nabi Ayyub, lalu membengkak lalu berkeringat deras sekali, lalu dirasakannya pada dirinya suatu perasaan yang sangat berat.Ujar Isterinya, Rahmah: "Ini adalah kerana kesedihan yang mengenai harta dan bencana yang menimpa anak-anak.Sedang di waktu malam kau tetap Solat lalu siangnya berpuasa, tanpa istirehat sesaat pun dan tiada pernah kau rasakan suatu keenakan."
Kemudian nampaklah pada tubuh Nabi Ayyub , 'Alaihis Sholaatu was Salaam, bisul yang menutup seluruh tubuhnya dari kepala sampai kedua kakinya, lalu mengalirlah nanah daripadanya sedang di dalamnya terdapat ulat.Kerabat dan kawan-kawan Nabi Ayyub pun tidak lagi mahu mendekatinya.
Nabi Ayyub mempunyai 3 orang isteri, 2 di antaranya lalu meminta cerai.Nabi Ayyub pun menceraikan mereka berdua.Tinggallah kini Rahmah, yang melayaninya dan merawatnya siang dan malam.Sampai ada beberapa wanita tetangganya datang lalu kata mereka: "Hai Rahmah, kami khuatir kalau penyakit Ayyub itu menular kepada anak-anak kami.Keluarkan dia dari lingkungan kami, dan kalau tidak maka kami akan mengusirmu secara paksa." Rahmah pun keluarlah.Diikatnya pada punggungnya pakaian-pakaiannya, lalu menjerit : "Aduhai selamat tinggal, aduhai selamat berpisah.Meraka keluarkan kami dari negeri kami, dan mereka usir kami dari kampung halaman kami."
Rahmah mengendong suaminya di atas punggungnya, sedang air mata mengalir membasahi wajahnya.Dia pergi sambil menangis menuju ke sebuah reruntuhan gedung yang dipakai untuk pembuangan sampah, lalu diletakkannya Nabi Ayyub di atas sampah.Orang-orang kampung keluar, melihat keadaan Nabi Ayyub, lalu kata mereka: "Bawalah pergi suamimu dari kami, dan kalau tidak maka akan kami lepaskan anjing-anjing kami biar mereka makan dia." Nabi Ayyub pun digendongnya lagi oleh isterinya sambil menangis, sampai tibalah di sebuah jalan perpisahan, Nabi Ayyub diletakkannya di sana.Rahmah datang lagi membawa sebuah cangkul dan tali, lalu dibangunnya sebuah rumah darikayu.Kamudian dibawanya debu dan dihamparkan di bawah rumahnya dan diambilnya pula batu-batu buat sandaran Nabi Ayyub, kemudian diambilnya sebuah dulang biasa dipakai memberi minum binatang ternak mereka, untuk selanjutnya berangkatlah Rahmah masuk kampung.Nabi Ayyub berseru: "Kembalilah kau hai Rahmah, kuberi wasiat kau bila kau ingin pergi dariku dan meninggalkan aku disini."
"Jangan khuatir hai tuanku," kata Rahmah, "sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau selagi RUH masih ada dalam jasadku." Rahmah pun pergilah menuju kampung.Di sana ia bekerja tiap hari sebagai buruh pemotong roti buat memberi makan Nabi Ayyub.Sehingga orang dalam kampung itu pun tahu bahawa dia adalah isteri Nabi Ayyub, maka mereka pun tidak mahu lagi memberinya makan.Kata mereka: "Nyahlah kau dari kami, kami sangat jijik terhadapmu."
Rahmah menangis, dan katanya: "Duhai Tuhan, Engkau lihat keadaanku telah demikian sempit bumi terasa olehku, sedang orang-orang benar-benar merasa jijik terhadap kami di dunia, dan janganlah Engkau jijik kepada kami, duhai Tuhan, di Akhirat, dan mereka telah mengusir kami dari kampung halaman kami, dan janganlah Engkau usir kami dari kampungMu di hari-hari kiamat." Kemudian pergilah Rahmah kepada isteri seorang tukang roti, lalu ujarnya: "Sesungguhnya kekasihku, Ayyub, kelaparan.Maka hutangilah aku roti."
"Nyahlah dariku agar suamiku tidak melihat kamu," herdi isteri tukang roti itu, "tapi berikanlah kepadaku seikat kelabang dari rambutmu," (yakni rambut yang terjalin).Rahmah mempunyai 12 ikat kelabang rambutnya yang sampai mencapai tanah.Dia sangat cantik mirip datuknya, iaitu Nabi Yusuf, 'Alaihis Shoaatu was Salaam.Sedang Nabi Ayyub sangat menyenangi kelabang rambutnya itu.
Rahmah mengambil gunting lalu dipotong nya kelabang rambutnya itu dan diberikannya kepada isteri tukang roti itu ditukar dengan 4 potong roti.Kata Rahmah: "Hai Tuhan, sesungguhnya ini adalah demi taat kepada suamiku dan demi memberi makan nabi-Mu, Ayyub, telah kujual kelabang rambutku."
Maka tatkala Nabi Ayyub melihat roti yang segar, ia pun merasa sangat bingung.Nabi Ayyub menyangka bahawa isterinya telah menjual dirinya, sehingga ia terLANJUR berSUMPAH, 'Bila Allah menyembuhkannya pasti akan dia dera isterinya seratus kali.' Dan begitulah seperti yang difirmankan Allah Taala tentang kifarat isteri Nabi Ayyub:
"Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu (isterimu) dan janganlah kamu melanggar sumpah"
Setelah Rahmah menceritakan kisahnya kepada suaminya, Nabi Ayyub pun menangislah, dan katanya: "Duhai Tuhan, aku telah kehabisan daya-upayaku, sehingga akhirnya isteri nabi-Mu sungguh telah menjual rambutnya dan Menafkahkannya kepada diriku."
Kata Rahmah: "Sekarang janganlah kau bersedih hati, tuanku kerana sesungguhnya rambut akan tumbuh lagi lebih bagus dari semula." Oleh Rahmah roti itu pun dipotong-potongnya lalu disuapkan kepada Nabi Ayyub sementara dia duduk disisinya.Sedang Nabi Ayyub tiap kali ada seekor ulat jatuh dari badannya, maka diletakkannya lagi kepada jasadnya, seraya berkata: "Makanlah apa yang telah Allah Taala rezekikan kepadamu." Sehingga tiadalah lagi daging pada badannya, sampai tinggal tulang-tulang, otot-otot dan saraf-sarafnya saja lagi.Maka tatkala sang suria pun terbit, cahayanya telah dapat menembus dari depan Nabi Ayyub sampai ke belakang, sedang yang tinggal tiada lagi selain HATI dan LIDAHnya.Hatinya tiada sepi-sepinya bersyukur kepada Allah, sedang LIDAHnya tiada henti-hentinya menyebut Allah.Menurut satu riwayat Nabi Ayyub sakit selama 18 tahun.Maka kata Rahmah pada suatu hari: "Engkau adalah seorang nabi yang mulia di sisi Tuhanmu.Tidakkah engkau berdoa kepada Allah Taala agar menyembuhkanmu?"
"Berapa lamakah dulu kita mengenyam keenakan?" tanya Nabi Ayyub, 'Alaihis Sholaatu was Salam, kepada isterinya."Lapan puluh tahun," jawab Rahmah.Berkata lagi Nabi Ayyub: "Sesungguhnya aku malu kepada Allah bila aku berDOA kepadaNya, sedang lama percubaanku belum lagi mencapai seperti lama keenakanku." Maka pada saat itu barulah Nabi Ayyub AS berseru kepada Tuhannya, katanya:
Tetapi ini bukanlah suatu pengaduan, sehingga dengan demikian belumlah Nabi Ayyub keluar dari golongan orang-orang SABAR.Dan oleh kerananya Allah Taala berfirman mengenai Ayyub:
"Berapa lamakah dulu kita mengenyam keenakan?" tanya Nabi Ayyub, 'Alaihis Sholaatu was Salam, kepada isterinya."Lapan puluh tahun," jawab Rahmah.Berkata lagi Nabi Ayyub: "Sesungguhnya aku malu kepada Allah bila aku berDOA kepadaNya, sedang lama percubaanku belum lagi mencapai seperti lama keenakanku." Maka pada saat itu barulah Nabi Ayyub AS berseru kepada Tuhannya, katanya:
"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit , dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang dan antara semua yang penyayang."
Tetapi ini bukanlah suatu pengaduan, sehingga dengan demikian belumlah Nabi Ayyub keluar dari golongan orang-orang SABAR.Dan oleh kerananya Allah Taala berfirman mengenai Ayyub:
"Sesungguhnya kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar."
Pengakhiran bagi 'Kesabaran Nabi Ayyub, 'Alaihis Sholaatu was Salaam' akan di sambung esok pada PART 3 iaitu PART Akhir....terima kasih yang membaca kerana saya telah menyusahkan kalian perlu membaca PART by PART ini kerana kerap yang di google cerita mengenai Nabi Ayyub tidak betul2 'penuh' seperti yang ingin saya tahu.Syukran juga pada Arwah datukku kitab usangmu sangat berguna pada ku.Banyak lagi kurangnya ilmu ku yang perlu ku CARI...Amin....
HambaNya,
Amiera Mohd Dan.

No comments:
Post a Comment